OPTIMALISASI KEBUTUHAN
TRENDING
Kemenhan Optimalkan Sistem Logistik Alutsista Berbasis Blockchain dan IoT
Kementerian Pertahanan meluncurkan sistem manajemen logistik alutsista terintegrasi berbasis blockchain dan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok pertahanan nasional. Sistem yang diberi nama DEFENSE-CHAIN ini akan memonitor real-time ketersediaan suku cadang, kondisi operasional alat utama, dan prediksi kebutuhan perawatan untuk seluruh platform TNI menggunakan sensor IoT dan teknologi Distributed Ledger. Implementasi awal mencakup 2.500 unit alutsista prioritas dengan integrasi data dari 45 pangkalan militer dan 15 depot logistik utama, menargetkan pengurangan downtime hingga 30% dan optimalisasi inventori suku cadang senilai Rp 3,2 triliun. Arsitektur sistem menggunakan hybrid blockchain permissioned yang memastikan keamanan data sensitif militer sambil memungkinkan transparansi dan audit trail untuk seluruh transaksi logistik. Teknologi predictive analytics terintegrasi akan menganalisis data telemetri dari platform tempur untuk memprediksi kebutuhan maintenance sebelum terjadi kegagalan kritis, meningkatkan availability rate alutsista hingga 85%. Sistem ini menjadi bagian integral dari transformasi digital pertahanan menuju smart defense logistics, dengan roadmap pengembangan hingga tahun 2030 yang mencakup integrasi dengan sistem komando tempur dan dukungan logistik misi multinasional.
ENTITAS TERKAIT
Topik: sistem manajemen logistik alutsista terintegrasi, blockchain, Internet of Things, predictive analytics, smart defense logistics
Organisasi: Kementerian Pertahanan, TNI
ARTIKEL TERKAIT