READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
OPTIMALISASI KEBUTUHAN TRENDING

Kemenhan Tandatangani Kontrak Pengadaan Radar 3D 'Gurita' Buatan PT LEN Industri untuk 10 KRI

Kemenhan Tandatangani Kontrak Pengadaan Radar 3D 'Gurita' Buatan PT LEN Industri untuk 10 KRI

Kemenhan resmi menandatangani kontrak Rp4,2 triliun untuk pengadaan radar 3D AESA 'Gurita' buatan PT LEN Industri yang akan dipasang di 10 KRI. Dengan kemampuan deteksi 450 km dan pelacakan 500 target simultan, radar ini menjadi tulang punggung modernisasi alutsista TNI AL dalam program MANTAP 2025-2029. Langkah ini menegaskan komitmen kemandirian industri pertahanan nasional dan membuka peluang pengembangan varian darat serta ekspor.

Kementerian Pertahanan RI secara resmi menandatangani kontrak pengadaan radar 3D multifungsi 'Gurita' senilai Rp4,2 triliun dengan PT LEN Industri untuk dipasang di 10 kapal perang Republik Indonesia (KRI) kelas korvet dan fregat. Radar ini mengadopsi teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA) dengan 1.536 modul Transmit-Receive (TR) berbasis gallium nitride (GaN), yang memberikan efisiensi daya tinggi dan keandalan operasional di lingkungan laut ekstrem. Kemampuan deteksinya mencapai 450 km untuk target dengan Radar Cross Section (RCS) serendah 0,1 m² — setara mendeteksi pesawat siluman atau rudal jelajah pada jarak strategis. Beroperasi pada pita S-band, radar ini mampu menjejak 500 target secara simultan dengan refresh rate 0,2 detik, menempatkannya sebagai salah satu sensor udara tercanggih yang dimiliki TNI AL saat ini.

Spesifikasi Teknis dan Keunggulan Radar 3D Gurita

Radar Gurita merupakan wujud nyata kemandirian industri pertahanan nasional yang dirancang untuk menghadapi ancaman era perang elektronik modern. Berikut adalah rincian spesifikasi teknis utama yang menjadikannya game-changer bagi armada KRI:

  • Teknologi AESA dengan GaN: 1.536 modul TR berbasis gallium nitride memastikan efisiensi daya tinggi, pendinginan lebih baik, dan keandalan operasional dalam kondisi laut ekstrem.
  • Jangkauan Deteksi: 450 km untuk target dengan RCS 0,1 m² — kemampuan mendeteksi pesawat siluman atau rudal jelajah pada jarak strategis.
  • Frekuensi S-band: Memberikan keseimbangan antara jangkauan dan resolusi, ideal untuk peran anti-air warfare di lingkungan maritim.
  • Multitarget Tracking: Mampu menjejak hingga 500 target secara simultan dengan refresh rate 0,2 detik, memungkinkan respons cepat terhadap serangan swarm.
  • Integrasi CMS: Radar terintegrasi dengan Combat Management System (CMS) buatan PT Palindo Marine, memungkinkan korelasi data dari sensor sonar dan ESM untuk menghasilkan single integrated air picture.

Dampak Strategis bagi Modernisasi Alutsista TNI AL

Pengadaan radar 3D Gurita tidak hanya sekadar penggantian sensor lama, melainkan bagian integral dari program Manajemen Kebutuhan Alutsista Terpadu (MANTAP) 2025-2029 yang menargetkan peningkatan rasio kesiapan operasional (OPSLA) armada KRI menjadi 85% pada 2029. Setiap unit radar akan dipasang di kapal korvet dan fregat yang sebelumnya masih mengandalkan radar 2D konvensional. Dengan kemampuan deteksi stealth dan pelacakan presisi tinggi, radar Gurita secara langsung memperkuat layered defense TNI AL terhadap ancaman rudal anti-kapal, pesawat tempur siluman, serta unmanned aerial vehicles (UAV). Lebih jauh, sistem CMS yang terintegrasi memungkinkan komandan kapal mengambil keputusan taktis secara real-time berdasarkan data gabungan dari berbagai sensor, meningkatkan situational awareness di medan tempur multi-dimensi. PT LEN Industri juga telah mengumumkan rencana pengembangan varian darat dari radar ini, yang akan memperluas ekosistem alutsista pertahanan udara nasional.

Keberhasilan pengadaan radar Gurita membuka peluang bagi pelaku industri pertahanan nasional untuk semakin menguasai teknologi AESA dan GaN, yang selama ini didominasi oleh negara maju. Ke depannya, langkah strategis seperti pengembangan varian darat dan integrasi dengan sistem pertahanan udara berbasis jaringan (network-centric warfare) akan menjadi kunci dalam membangun kemandirian industri radar nasional. Rekomendasi bagi para pemangku kepentingan adalah mempercepat sertifikasi dan produksi massal radar Gurita agar dapat memenuhi kebutuhan modernisasi TNI AL sekaligus membuka peluang ekspor ke negara sahabat.

radar 3D|PT LEN Industri|KRI|pengadaan|alutsista
ENTITAS TERKAIT
Topik: pengadaan radar 3D multifungsi, modernisasi kapal perang TNI AL, program MANTAP 2025-2029
Organisasi: Kementerian Pertahanan RI, Badan Sarana Pertahanan (Baranahan), PT LEN Industri, TNI AL, PT Palindo Marine
ARTIKEL TERKAIT