RISET & INOVASI ALUTSISTA
TRENDING
LAPAN dan ITB Kembangkan Material Komposit Canggih untuk Struktur Pesawat N219 dan N245
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengembangkan material komposit generasi baru berbasis serat karbon dengan matriks termoplastik untuk aplikasi struktur pesawat ringan dan menengah, khususnya pada program N219 Nurtanio dan N245. Material ini menawarkan rasio kekuatan-berat (strength-to-weight ratio) yang lebih unggul dibandingkan komposit termoset konvensional, serta memiliki kemampuan reparasi dan daur ulang yang lebih baik.
Spesifikasi teknis menunjukkan material ini mampu menahan tegangan hingga 2.500 MPa dengan densitas rendah, serta memiliki ketahanan terhadap dampak (impact resistance) yang meningkat hingga 40%. Penggunaan matriks termoplastik juga memungkinkan proses fabrikasi yang lebih cepat melalui teknik induction welding, mengurangi ketergantungan pada autoclave bersuhu dan tekanan tinggi. Ini berpotensi menurunkan biaya produksi dan meningkatkan laju manufaktur komponen struktur seperti sayap, fuselage section, dan empennage.
Inovasi ini merupakan fondasi kritis untuk kemandirian teknologi kedirgantaraan dan pertahanan Indonesia. Penerapannya tidak hanya pada pesawat transport sipil-militer dual-use seperti N219 dan N245, tetapi juga membuka jalan untuk pengembangan komponen struktur pesawat tanpa awak (UAV) tempur kelas menengah, rotorcraft militer, serta satelit mikro. Penguasaan teknologi material komposit canggih ini menempatkan Indonesia pada peta global pemasok komponen aerospace yang kompetitif.
ENTITAS TERKAIT
Topik: material komposit, serat karbon, matriks termoplastik, pesawat ringan, pesawat menengah, N219 Nurtanio, N245, teknologi kedirgantaraan, pertahanan, UAV, rotorcraft, satelit mikro, aerospace
Organisasi: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, LAPAN, Institut Teknologi Bandung, ITB
Lokasi: Indonesia
ARTIKEL TERKAIT