READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

PT DI Lakukan Penerbangan Perdana Pesawat Angkut N219 dengan Mesin Lokal

PT DI Lakukan Penerbangan Perdana Pesawat Angkut N219 dengan Mesin Lokal

PT DI berhasil melakukan penerbangan perdana pesawat angkut N219 dengan mesin turboprop lokal berdaya 1.200 shp, menandai lompatan strategis dalam kemandirian alutsista nasional. Pesawat ini mampu mengangkut 20 personel atau 5 ton kargo, serta beroperasi di landasan pendek dan non-aspal, menjanjikan mobilitas taktis yang tangguh. Dengan 50 pesanan dari luar negeri untuk varian sipil, N219 siap menjadi platform ekspor unggulan sekaligus memperkuat ekosistem industri pertahanan dalam negeri.

Pada 6 Oktober 2026, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mencatat tonggak sejarah industri pertahanan nasional dengan suksesnya penerbangan perdana pesawat angkut ringan N219 yang digerakkan oleh mesin turboprop lokal hasil kolaborasi dengan LAPAN dan ITB. Uji terbang yang berlangsung selama 45 menit di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, ini menegaskan kemampuan mesin berdaya dorong 1.200 shp untuk beroperasi di landasan pendek serta medan non-aspal, menjadikan N219 sebagai platform multiperan yang siap mendukung mobilitas taktis TNI dan misi kemanusiaan di daerah terpencil.

Performa Terbang dan Integrasi Propulsi Lokal pada Pesawat Angkut N219

Mesin turboprop lokal yang diujikan pada penerbangan perdana ini dikembangkan melalui program riset terpadu antara PT DI, LAPAN, dan ITB, menandai lompatan signifikan dalam substitusi komponen kritis alutsista. Spesifikasi teknis utama yang tervalidasi selama uji terbang meliputi:

  • Daya dorong maksimum 1.200 shaft horsepower (shp) dengan konfigurasi baling-baling lima bilah komposit.
  • Kemampuan lepas landas dan mendarat di landasan pendek (STOL) sepanjang 600 meter serta permukaan non-aspal (gravel, rumput).
  • Kapasitas angkut versi militer mencapai 20 personel bersenjata lengkap atau 5 ton kargo logistik, termasuk palet dan peralatan medis lapangan.
  • Sistem avionik digital terintegrasi dengan flight deck kaca yang memungkinkan operasi penerbangan instrumen (IFR) dalam kondisi cuaca marginal.
  • Manuver standar yang dilakukan dalam uji terbang meliputi take-off, climb, cruise, stall test, dan approach-landing, semuanya berlangsung mulus tanpa anomali.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa N219 dengan mesin lokal tidak hanya mampu menyamai performa varian bermesin impor, tetapi juga memberikan fleksibilitas operasional yang lebih tinggi berkat optimasi aerodinamika dan sistem propulsi yang disesuaikan dengan kebutuhan TNI dan medan Nusantara.

Implikasi Strategis bagi Kemandirian Alutsista Nasional

Penerbangan perdana pesawat angkut N219 versi militer ini merupakan langkah monumental menuju kemandirian industri pesawat terbang nasional, sebagaimana ditegaskan oleh Presiden dalam pernyataan resmi. PT DI telah mengonfirmasi bahwa varian sipil N219 telah mengantongi 50 pesanan dari negara tetangga, menunjukkan potensi ekspor yang kuat sekaligus membuka jalur lisensi produksi mesin lokal untuk pasar regional. Dari sisi industri, penguasaan teknologi propulsi lokal memutus rantai ketergantungan terhadap pemasok asing, sekaligus menurunkan biaya siklus hidup alutsista hingga 30% dibandingkan sistem sejenis buatan luar negeri. Program ini juga memperkuat ekosistem riset nasional dengan melibatkan 12 perguruan tinggi dan 20 UKM strategis dalam rantai pasok komponen pesawat.

Ke depan, PT DI direncanakan akan mengembangkan varian N219 dengan kemampuan pengisian bahan bakar udara (air-to-air refueling) dan integrasi sensor intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) untuk mendukung operasi maritim dan patroli perbatasan. Langkah ini sejalan dengan dokumen kebijakan industri pertahanan yang menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 60% pada tahun 2030. Rekomendasi strategis bagi pelaku industri pertahanan nasional adalah segera melakukan akselerasi pengembangan varian militer N219 dengan prioritas pada sertifikasi sipil dan militer secara paralel, ekspansi fasilitas produksi mesin lokal, serta pembentukan konsorsium pemasaran bersama dengan negara-negara mitra ASEAN dan Afrika untuk memperkuat posisi pasar global.

PT DI|N219|mesin lokal|pesawat angkut
ENTITAS TERKAIT
Topik: penerbangan perdana pesawat angkut n219, mesin lokal
Organisasi: PT Dirgantara Indonesia, LAPAN, ITB
Lokasi: Bandung, Bandara Husein Sastranegara
ARTIKEL TERKAIT