READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
STRATEGI KEMANDIRIAN TRENDING

PT DI Teken Kerja Sama dengan BAE Systems untuk Produksi Pesawat Tempur Generasi 4.5

PT DI Teken Kerja Sama dengan BAE Systems untuk Produksi Pesawat Tempur Generasi 4.5

PT Dirgantara Indonesia dan BAE Systems resmi menjalin kerja sama pengembangan pesawat tempur F-72 generasi 4.5 dengan arsitektur modular, radar AESA, dan supercruise terbatas. Proyek ini menargetkan TKDN 50% pada 2032, investasi 2 miliar dolar AS, serta penyerapan 5.000 tenaga kerja teknik tinggi. Langkah strategis ini memperkuat kemandirian industri alutsista nasional dan membuka peluang Indonesia sebagai pemain global dalam rantai pasok pesawat tempur.

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) resmi menandatangani nota kesepahaman dengan BAE Systems untuk mengembangkan pesawat tempur multiperan generasi 4.5 berkode proyek F-72. Langkah strategis ini menegaskan komitmen keduanya dalam membangun kemandirian industri alutsista nasional, sekaligus mempersiapkan transisi armada tempur TNI AU dari F-16 menuju platform yang lebih adaptif dan berteknologi tinggi. F-72 dirancang dengan mengadopsi arsitektur avionik modular, radar AESA, sistem peperangan elektronik terintegrasi penuh, serta kemampuan supercruise terbatas yang menjanjikan lompatan kapabilitas pertahanan udara secara signifikan.

Arsitektur Avionik Modular dan Radar AESA: Fondasi Teknologi Tempur Generasi 4.5

F-72 mengusung konsep open architecture pada sistem avioniknya, memungkinkan integrasi berbagai sensor dan senjata secara fleksibel sesuai kebutuhan operasional. Radar AESA yang diadopsi memberikan kemampuan deteksi multi-target, ketahanan terhadap serangan elektronik, serta sintesis data real-time yang superior. Sistem peperangan elektronik terintegrasi memungkinkan pesawat tempur ini melakukan self-protection dan electronic attack secara otonom di medan tempur modern. Spesifikasi teknis utama yang diunggulkan dalam proyek ini antara lain:

  • Arsitektur avionik modular dengan standar MIL-STD-1760 untuk interoperabilitas penuh
  • Radar AESA dengan jumlah modul pemancar/penerima (T/R) yang dapat dikonfigurasi sesuai misi
  • Kemampuan supercruise terbatas dengan sistem propulsi yang dioptimalkan
  • Sistem peperangan elektronik terintegrasi mencakup Radar Warning Receiver (RWR) dan jamming pod
  • Struktur komposit canggih untuk mengurangi bobot dan meningkatkan ketahanan

Dengan teknologi ini, F-72 tidak hanya menawarkan kemampuan tempur generasi 4.5 murni, tetapi juga menjadi platform yang siap mengakomodasi peningkatan menuju generasi kelima di masa depan. Inovasi dalam desain aerodinamis dan manajemen termal menjadi fokus utama dalam proyek ini. Kehadiran BAE Systems sebagai mitra strategis memastikan transfer teknologi berjalan sesuai standar militer tertinggi, sekaligus memperkuat kapabilitas PT Dirgantara Indonesia dalam penguasaan teknologi pesawat tempur.

Transfer Teknologi Propulsi dan Komposit: Menuju Kemandirian Alutsista Nasional

Kerja sama ini mencakup transfer teknologi untuk sistem propulsi dan struktur komposit secara penuh. PT DI akan mendapatkan akses terhadap proses produksi komponen kritis mulai dari peleburan material hingga perakitan akhir. Target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 50% pada 2032 menunjukkan komitmen kuat untuk membangun kemandirian industri alutsista yang berkelanjutan. Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi awal sebesar 2 miliar dolar AS dan diproyeksikan menyerap 5.000 tenaga kerja teknik tinggi, termasuk insinyur aeronautika, teknisi avionik, dan spesialis material komposit. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri penerbangan global, membuka peluang ekspor, dan menjadi batu loncatan menuju pengembangan pesawat tempur generasi kelima di masa depan. Dengan penguasaan teknologi propulsi dan komposit, ekosistem pertahanan nasional akan semakin mandiri dan kompetitif di pasar global.

pesawat tempur|PT Dirgantara Indonesia|BAE Systems|alutsista|kemandirian industri
ENTITAS TERKAIT
Topik: produksi pesawat tempur generasi 4.5, kerja sama industri penerbangan
Organisasi: PT Dirgantara Indonesia, BAE Systems
Lokasi: Indonesia
ARTIKEL TERKAIT