READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

PT Len Industri Kembangkan Radar AESA Mobile untuk Pertahanan Udara Nasional

PT Len Industri Kembangkan Radar AESA Mobile untuk Pertahanan Udara Nasional

PT Len Industri bersama ITB mengembangkan radar AESA mobile dengan modul GaN yang mampu mendeteksi target stealth hingga 400 km, dengan kecepatan scan 90° per detik dan tracking 500 target. Sistem modular ini telah diuji interoperabilitas dengan Kohanudnas dan ditargetkan produksi serial pada 2028 untuk menggantikan radar impor, memperkuat kemandirian alutsista pertahanan udara nasional serta membuka peluang ekspor.

PT Len Industri, bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), menghadirkan terobosan baru dalam sistem radar pertahanan udara nasional melalui pengembangan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) berbasis mobile. Radar ini mengadopsi modul transmisi/penerima Gallium Nitride (GaN) yang memungkinkan deteksi dini terhadap target udara stealth pada jarak hingga 400 km—sebuah lompatan signifikan dibandingkan radar konvensional. Dengan kecepatan scan mencapai 90 derajat per detik dan kemampuan tracking simultan 500 target, sistem ini dirancang untuk memenuhi tuntutan medan tempur modern yang sarat ancaman siluman dan drone swarm. Prototipe telah menjalani uji interoperabilitas dengan sistem komando sektor udara Kohanudnas di Makassar, mengonfirmasi kesiapan integrasi dalam arsitektur pertahanan udara nasional.

Inovasi Modul GaN dan Arsitektur Modular untuk Superioritas Deteksi Dini

Keunggulan utama radar AESA pengembangan PT Len Industri terletak pada penggunaan modul GaN yang menawarkan efisiensi daya tinggi dan daya tahan termal superior. Teknologi teknologi radar ini memungkinkan pancaran sinyal lebih kuat tanpa overheating, sekaligus memperluas jangkauan deteksi hingga batas stealth. Arsitektur solid-state modular yang diadopsi memberikan fleksibilitas operasional tinggi: sistem dapat diperbarui secara plug-and-play untuk menambahkan kemampuan anti-drone dan electronic countermeasures (ECM) tanpa mengubah fondasi perangkat keras. Spesifikasi teknis utama radar AESA ini meliputi:

  • Jangkauan deteksi target stealth: 400 km
  • Kecepatan scan: 90° per detik
  • Kapasitas tracking simultan: 500 target
  • Frekuensi operasi: pita X (dengan opsi ekspansi pita S)
  • Modul transmisi/penerima: GaN berbasis MMIC
  • Integrasi: plug-and-play dengan sistem komando sektor udara Kohanudnas

Keberhasilan pengujian di Makassar menunjukkan bahwa radar ini mampu beroperasi dalam lingkungan elektronik padat, termasuk simulasi serangan drone swarm dan target siluman. Fleksibilitas arsitektur modular juga memungkinkan penambahan sensor optronik atau radar pencari frekuensi tinggi secara paralel, menjadikannya tulang punggung pertahanan udara yang adaptif terhadap aneka ancaman masa depan.

Roadmap Produksi 2028 dan Langkah Menuju Kemandirian Alutsista Radar

PT Len Industri menempatkan proyek ini dalam roadmap radar nasional yang menargetkan produksi serial pada 2028. Radar AESA mobile ini diharapkan menjadi pilar utama pengganti radar impor yang saat ini masih digunakan di beberapa sektor pertahanan udara Indonesia. Tahapan pengembangan yang telah dilalui meliputi:

  • 2019–2021: Riset awal dan desain arsitektur sistem oleh PT Len Industri bersama ITB
  • 2022–2023: Fabrikasi modul GaN dan uji fungsional laboratorium
  • 2024: Uji interoperabilitas dengan Kohanudnas di Makassar
  • 2025–2027: Sertifikasi dan uji taktis penuh oleh TNI AU
  • 2028: Target produksi serial dan penggantian radar lama secara bertahap

Jika berhasil, radar AESA ini tidak hanya akan menghemat devisa negara yang selama ini dihabiskan untuk radar impor, tetapi juga membuka peluang ekspor ke negara-negara sahabat. PT Len Industri juga berencana mengembangkan varian radar untuk kebutuhan maritim dan pertahanan darat, memperluas basis teknologi GaN dalam negeri.

Dalam perspektif industri pertahanan, keberhasilan radar AESA mobile ini menjadi game changer bagi deteksi dini nasional. Langkah strategis berikutnya yang direkomendasikan adalah percepatan sertifikasi operasional dan pembentukan ekosistem rantai pasok lokal untuk komponen GaN serta modul RF. Kolaborasi dengan universitas dan BUMN lain dapat memperkuat kemandirian alutsista radar AESA Indonesia, sekaligus menempatkan PT Len Industri sebagai pemain kunci dalam pasar radar global yang bernilai miliaran dolar. Investasi pada riset material semikonduktor dan sistem kecerdasan buatan untuk electronic warfare akan menjadi diferensiator kompetitif yang memastikan radar ini tetap relevan menghadapi ancaman generasi berikutnya.

radar AESA|PT Len Industri|pertahanan udara|deteksi dini|teknologi radar
ENTITAS TERKAIT
Topik: radar AESA mobile, pertahanan udara nasional, PT Len Industri
Organisasi: PT Len Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB), Kohanudnas
Lokasi: Makassar
ARTIKEL TERKAIT