READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
STRATEGI KEMANDIRIAN TRENDING

PT PAL dan Naval Group Finalisasi Desain Kapal Selam AIP untuk TNI AL

PT PAL dan Naval Group Finalisasi Desain Kapal Selam AIP untuk TNI AL

PT PAL dan Naval Group menyelesaikan desain rekayasa kapal selam Scorpene Evolved berteknologi AIP fuel cell untuk TNI AL, dengan spesifikasi panjang 81 m, bobot 1.900 ton, dan kecepatan 20 knot. Proyek ini menargetkan TKDN 45% melalui transfer teknologi, pemotongan baja pertama 2027, dan serah terima 2031. Keberhasilan program akan membangun ekosistem industri pertahanan nasional dan menjadi fondasi bagi pengembangan kapal selam mandiri pada 2040.

PT PAL Indonesia bersama Naval Group telah merampungkan tahap desain rekayasa (detailed engineering design) untuk kapal selam Scorpene Evolved yang diintegrasikan dengan sistem Air Independent Propulsion (AIP) berbasis fuel cell. Kapal selam generasi terbaru ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan strategis TNI AL dalam patroli di perairan Asia Tenggara, dengan spesifikasi teknis yang mencakup panjang total 81 meter, bobot selam 1.900 ton, dan kecepatan maksimum 20 knot saat menyelam. Keunggulan utama terletak pada kebisingan rendah (low acoustic signature) serta kemampuan menyelam pada kedalaman lebih dari 300 meter, yang memungkinkan operasi siluman dalam durasi panjang tanpa harus muncul ke permukaan untuk mengisi ulang baterai.

Spesifikasi Teknis dan Sistem Persenjataan

Kapal selam ini mengusung konfigurasi torpedo berat 533 mm dan rudal anti-kapal Exocet SM39, dengan kapasitas kru hingga 31 personel. Integrasi sistem tempur menggunakan Combat Management System (CMS) yang sepenuhnya interoperabel dengan platform TNI AL lainnya, memastikan keselarasan data taktis dalam operasi gabungan. Berikut rincian spesifikasi utama:

  • Dimensi: Panjang 81 m, bobot selam 1.900 ton
  • Propulsi: Diesel-elektrik + AIP fuel cell untuk patroli hingga beberapa minggu tanpa snorkeling
  • Kecepatan: Maks. 20 knot (menyelam), ekonomis 4-6 knot (AIP)
  • Kedalaman operasional: >300 meter
  • Persenjataan: 6 tabung torpedo 533 mm, rudal Exocet SM39, sistem torpedo berat
  • Kru: 31 personel

Dampak Strategis bagi Ekosistem Industri Pertahanan Nasional

Proyek ini menargetkan pemotongan baja pertama (first steel cutting) pada awal 2027 dan serah terima kapal selam pada 2031. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ditargetkan mencapai 45%, yang akan dicapai melalui transfer teknologi dari Naval Group ke PT PAL. Keberhasilan program ini tidak hanya menghasilkan satu unit kapal selam, tetapi juga membangun ekosistem industri pendukung di galangan PT PAL Surabaya, meliputi fabrikasi lambung kapal, sistem permesinan, hingga integrasi sistem tempur. Penguasaan teknologi AIP berbasis fuel cell diproyeksikan menjadi magnetic force bagi pengembangan kapal selam generasi berikutnya secara mandiri, sejalan dengan target kemandirian alutsista nasional pada 2040.

Integrasi CMS yang interoperabel dengan platform TNI AL lainnya juga menjadi kunci dalam memperkuat interoperabilitas armada bawah air dengan elemen permukaan dan udara. Dengan demikian, kapal selam Scorpene Evolved akan menjadi aset strategis dalam menjaga keamanan jalur pelayaran dan kedaulatan maritim Indonesia di kawasan yang semakin kompetitif.

Ke depan, keberhasilan penguasaan teknologi AIP dan integrasi sistem tempur kapal selam ini harus dijadikan pijakan untuk memulai program kapal selam nasional generasi selanjutnya. Pelaku industri pertahanan nasional perlu segera mengonsolidasikan rantai pasok lokal, terutama untuk komponen kritis seperti sel bahan bakar AIP, sonar, dan sistem kendali senjata. Langkah ini akan mempercepat tercapainya kemandirian penuh pada 2040 dan memperkuat posisi Indonesia sebagai regional hub produksi alutsista di Asia Tenggara.

kapal selam|AIP|PT PAL|TNI AL|Naval Group
ENTITAS TERKAIT
Topik: kapal selam AIP, Scorpene Evolved, TNI AL, industri pertahanan
Organisasi: PT PAL Indonesia, Naval Group, TNI AL
Lokasi: Asia Tenggara, Surabaya
ARTIKEL TERKAIT