READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
STRATEGI KEMANDIRIAN TRENDING

PT PINDAD dan FN Herstal Sepakati Joint Production Senapan Serbu SCAR-L di Bandung

PT PINDAD dan FN Herstal Sepakati Joint Production Senapan Serbu SCAR-L di Bandung

PINDAD dan FN Herstal menjalin kemitraan Licensed Production untuk memproduksi senapan serbu SCAR-L di Bandung, dengan roadman tiga fase mencapai 60% TKDN pada 2030. Kolaborasi ini menyertakan transfer teknologi menyeluruh untuk material processing dan quality control berstandar NATO, memposisikan Indonesia sebagai hub manufaktur SCAR di ASEAN. Keberhasilan proyek ini akan mentransformasi kapabilitas industri senjata ringan nasional dan membuka peluang ekspor ke pasar regional.

PT PINDAD (Persero) menandai fase baru dalam strategi pengembangan senapan serbu modern dengan finalisasi perjanjian Licensed Production bersama FN Herstal, Belgia, untuk platform SCAR-L kaliber 5.56x45mm NATO. Penerapan teknologi gas-operated, rotating bolt dan sistem foldable-stock yang modular pada senapan ini akan ditransfer secara komprehensif melalui paket teknologi forging khusus baja paduan, perlakuan permukaan korosi, dan protokol Quality Assurance (QA) berstandar NATO. Kolaborasi ini memposisikan fasilitas produksi PINDAD di Bandung sebagai hub manufaktur pertama FN SCAR di kawasan Asia Tenggara, menargetkan kapabilitas rakitan komplet mulai 2027.

Arsitektur Teknis dan Roadmap Manufaktur Three-Phase

Eksekusi manufaktur senapan SCAR-L dirancang melalui 3 fase sistematis berbasis target TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Fase pertama menyasar kemampuan perakitan komponen yang terdisassembling (CKD/Completely Knocked Down), diikuti oleh fase kedua berupa domestikasi produksi komponen kritis seperti bolt carrier group, barrel forging, dan receiver forging. Fase final menargetkan pencapaian 60% TKDN pada 2030 dengan pendalaman aspek material processing dan precision machining. Strategi ini dibangun di atas paket transfer teknologi yang mencakup:

  • Sistem Closed-Die Forging untuk komponen receiver dan barrel untuk memastikan integritas struktural.
  • Teknologi perlakuan permukaan Phosphate Coating dan Nitrocarburizing untuk ketahanan korosi ekstrim.
  • Protokol Statistical Process Control (SPC) dan Non-Destructive Testing (NDT) untuk standarisasi produk militer.
  • Sertifikasi material dan kalibrasi alat ukur presisi sesuai standar NATO AQAP 2110.

Modularitas SCAR-L dan Positioning dalam Ekosistem Pertahanan Modern

Pemilihan platform SCAR-L sebagai primadona lisensi difokuskan pada DNA desainnya yang secara inherent mendukung kebutuhan operasional masa depan. Konfigurasi monolithic upper receiver dengan picatinny rail integral memungkinkan integrasi seamless dengan sistem optik, laser designator, dan aksesori standar NATO lainnya. Keunggulan teknis utama senapan ini meliputi quick-change barrel system yang mendukung konversi misi (CQC/Barrel Pendek hingga DMR/Barrel Panjang), serta mekanisme gas regulator yang adaptif terhadap kondisi amunisi dan lingkungan operasi. Dari perspektif industrial, platform ini menawarkan jalur upgrade logis untuk mengembangkan varian Kaliber 7.62x51mm NATO (SCAR-H) dan konfigurasi designated marksman rifle dalam roadmap inovasi PINDAD.

Implementasi proyek ini ditargetkan tidak hanya memenuhi demand internal TNI, namun juga membuka kanal ekspor ke pasar pertahanan regional ASEAN yang tengah mengalami fase modernisasi infantri. Kompatibilitas penuh dengan ekosistem perlengkapan personel NATO (NATO Accessory Rail) menjadi competitive advantage utama, sementara kemampuan produksi lokal di Bandung diharapkan menawarkan cost-competitive advantage dibandingkan produk impor penuh. Konvergensi antara teknologi forging PINDAD yang telah teruji pada produksi senjata ringan sebelumnya dengan standar manufaktur FN Herstal akan membentuk baseline technology baru untuk pengembangan platform senjata ringan generasi berikutnya secara mandiri.

Outlook teknologi dari kolaborasi ini menempatkan PINDAD pada trajektori untuk menguasai full-spectrum manufacturing senapan serbu modern, dari material processing hingga final assembly dan testing. Bagi ekosistem industri pertahanan nasional, keberhasilan implementasi roadmap TKDN 60% akan menciptakan supply chain komponen presisi baru dan meningkatkan kapabilitas reverse engineering untuk pengembangan platform indigenous. Rekomendasi strategisnya adalah mempercepat pembentukan joint R&D center dengan FN Herstal untuk mendalami teknologi additive manufacturing komponen kritis dan material komposit, sehingga pada fase berikutnya dapat melahirkan varian SCAR-L dengan fitur-fitur yang dikustomisasi untuk karakteristik operasional tropis dan maritime ASEAN.

PINDAD|FN Herstal|SCAR-L|Licensed Production|Senapan Serbu
ENTITAS TERKAIT
Topik: joint production, senapan serbu SCAR-L, transfer teknologi, manufaktur
Organisasi: PT PINDAD (Persero), FN Herstal
Lokasi: Bandung, Belgia, ASEAN
ARTIKEL TERKAIT