PT PINDAD (Persero) resmi mengaktifkan fasilitas produksi terintegrasi untuk amunisi kaliber besar 155mm dan rudal kendali darat ke darat (SSM) jarak menengah di kawasan industri Turen, Malang, Jawa Timur. Fasilitas ini mengadopsi arsitektur smart manufacturing dengan tingkat otomasi tinggi, robotika perakitan presisi, dan sistem quality control berbasis computer vision serta artificial intelligence (AI). Langkah ini menandai akselerasi Kemandirian industri pertahanan nasional dalam memproduksi amunisi presisi dan rudal taktis yang sebelumnya bergantung pada impor. Dengan kapasitas scalable, PINDAD tidak hanya menjamin pemenuhan kebutuhan TNI secara berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang ekspor ke negara-negara mitra di kawasan.
Lini Produksi Amunisi 155mm: Smart Manufacturing dan Presisi Artileri Masa Depan
Pada segmen amunisi kaliber besar, lini produksi baru ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan artileri jarak jauh TNI AD. Kapabilitas utamanya mencakup produksi amunisi 155mm konvensional, varian augmented range dengan teknologi base bleed dan rocket assistance, serta varian cerdas kelas Excalibur yang mengandalkan panduan presisi untuk mencapai Circular Error Probable (CEP) yang sangat ketat. Integrasi sistem manufaktur cerdas memungkinkan proses perakitan dan inspeksi berjalan dengan presisi tinggi, mengurangi reject rate, dan meningkatkan konsistensi kualitas propelan serta hulu ledak. Teknologi ini menjadi fondasi bagi kemandirian produksi amunisi presisi tinggi yang mampu menunjang operasi artileri modern.
- Amunisi 155mm dengan opsi peningkatan jangkauan teknologi base bleed
- Varian rocket-assisted projectile untuk augmentasi jarak tembak
- Smart ammunition berpandu presisi setara Excalibur dengan sistem navigasi inersia dan GPS
- Quality control berbasis computer vision dan AI pada setiap tahap produksi
Rudal SSM: Propulsi Turbojet Mini, Guidance Multimode, dan Airframe Komposit
Di segmen rudal, PINDAD membangun kolaborasi strategis dengan lembaga riset dalam negeri, termasuk LAPAN dan BPPT, serta mitra asing untuk memproduksi rudal jelajah (cruise missile) dengan jangkauan lebih dari 150 km. Penguasaan teknologi kunci menjadi fokus utama, mulai dari sistem propulsi turbojet kecil, guidance system berbasis GPS/INS dengan opsi pemandu terminal, hingga penggunaan airframe komposit untuk mengurangi bobot dan memperbesar kemampuan manuver. Rudal ini diarahkan sebagai elemen penyerang presisi dalam sistem pertahanan pantai (coastal defense) dan pendukung artileri jarak jauh, menciptakan layered defense terhadap ancaman permukaan. Inovasi ini memperkuat ekosistem Produksi rudal taktis nasional secara keseluruhan.
- Jangkauan operasional di atas 150 km dengan propulsi turbojet mini
- Guidance GPS/INS terintegrasi dengan opsi pemandu terminal untuk akurasi akhir
- Airframe komposit untuk optimasi bobot dan ketahanan struktural
- Varian pengembangan potensial: rudal anti-radiasi dan loitering munitions
Proyek produksi ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mencapai Kemandirian alutsista nasional pada 2029. Dengan fondasi teknologi smart manufacturing dan penguasaan propulsi turbojet mini, PINDAD tidak hanya memenuhi kebutuhan TNI tetapi juga membuka peluang ekspor amunisi dan rudal ke negara-negara mitra. Ke depannya, integrasi sistem AI pada lini produksi dan pengembangan varian rudal anti-radiasi serta loitering munitions akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat deterrence dan daya saing industri pertahanan Indonesia di kancah global. Pelaku industri pertahanan nasional disarankan untuk terus mengakselerasi transfer teknologi dan membangun supply chain lokal guna mengurangi ketergantungan pada komponen impor.