READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

Pusat Riset Teknologi Rudal BRIN Kembangkan Propelan Hybrid untuk Roket Kendali Jarak Menengah

Pusat Riset Teknologi Rudal BRIN Kembangkan Propelan Hybrid untuk Roket Kendali Jarak Menengah

Pusat Riset Teknologi Rudal BRIN tengah memacu pengembangan propelan hybrid berbasis HTPB, menargetkan Isp >250 detik untuk roket kendali jarak menengah masa depan. Riset ini, yang dikolaborasikan dengan PT Pindad dan PT LEN, merupakan jalur kritis menuju kemandirian pengembangan rudal strategis seperti SSM dan ASBM, dengan target produksi skala terbatas dalam 3-5 tahun.

Badai teknologi propelan hybrid telah resmi dimulai di laboratorium-laboratorium Pusat Riset Teknologi Rudal BRIN, dengan fokus pada pengembangan sistem pendorong berbasis Hydroxyl-terminated polybutadiene (HTPB) dan oksidator cair untuk roket kendali jarak menengah generasi masa depan. Propelan hybrid ini diproyeksikan menjadi solusi pendorong yang jauh lebih aman (safety), mudah disimpan (storability), dan memiliki kemampuan pengaturan dorong (throttleability) yang superior dibandingkan propelan padat konvensional, menandai lompatan strategis dalam teknologi roket pertahanan nasional. Target spesifikasi teknis yang ambisius, berupa specific impulse (Isp) di atas 250 detik, menjadi tolok ukur utama untuk menyaingi performa sistem propelan global, sekaligus memastikan akurasi dan manuverabilitas hulu ledak yang lebih presisi.

Arsitektur Teknis dan Jalan Menuju Kemandirian Rudal Strategis

Riset mendalam oleh BRIN tidak hanya berfokus pada formulasi bahan bakar, tetapi juga pada rekayasa material dan arsitektur sistem secara holistik. Pengembangan material komposit canggih untuk casing motor roket menjadi prioritas paralel, yang bertujuan untuk mereduksi massa struktur secara signifikan dan pada akhirnya meningkatkan payload fraction—rasio massa hulu ledak terhadap massa total roket. Pencapaian dalam domain teknologi propelan ini merupakan critical path yang tidak terelakkan menuju kemandirian pengembangan platform rudal strategis, khususnya untuk kelas yang memiliki nilai deterren tinggi. Keberhasilan riset ini akan membuka jalan bagi realisasi sistem senjata seperti:

  • Surface-to-Surface Missile (SSM) jarak menengah dengan akurasi terminal yang ditingkatkan.
  • Anti-Ship Ballistic Missile (ASBM), sebagai bagian dari strategi anti-access/area denial (A2/AD) di wilayah maritim strategis.
  • Roket kendali dengan kemampuan throttle dan terminal maneuver untuk mengelak sistem pertahanan udara musuh.

Akselerasi TRL dan Kolaborasi Industri Pertahanan Nasional

Untuk mempercepat proses dari skala laboratorium menuju realitas operasional, BRIN telah merancang peta jalan kolaborasi strategis dengan aktor industri pertahanan nasional. Sinergi dengan PT Pindad dan PT LEN diformulasikan untuk mentransformasi temuan riset menjadi prototipe rekayasa yang siap diuji. Target yang ditetapkan adalah mendongkrak Technology Readiness Level (TRL) dari level awal (lab scale) menuju produksi skala terbatas dalam kerangka waktu 3 hingga 5 tahun ke depan. Kolaborasi ini mencakup beberapa fase krusial:

  • Validasi dan optimasi performa propelan hybrid dalam lingkungan simulasi yang mendekati kondisi operasional.
  • Pengembangan dan pengujian material komposit untuk casing motor terhadap tekanan dan suhu ekstrem.
  • Integrasi sistem propelan dengan mekanisme pengendalian (guidance and control system) untuk uji terbang prototipe.
  • Penyiapan rantai pasok material dan lini produksi awal di dalam negeri.

Dari perspektif futuristik, penguasaan teknologi propelan hybrid tidak sekadar mengejar kesetaraan teknologi, melainkan membangun landasan untuk inovasi lompatan katak (leapfrog innovation) pada platform rudal masa depan. Kemampuan untuk mengontrol tingkat pembakaran secara presisi membuka peluang untuk merancang rudal dengan profil penerbangan yang lebih dinamis dan tak terduga, meningkatkan tingkat survivabilitas di tengat ancaman sistem pertahanan udara musuh yang semakin canggih. Selain itu, faktor keamanan dan kemudahan penyimpanan yang dimilikinya menjadikan sistem logistik dan penempatan rudal strategis menjadi lebih fleksibel dan aman. Outlook teknologi ini menempatkan industri pertahanan nasional pada posisi untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang dan pengekspor teknologi roket kelas menengah yang kompetitif di kawasan. Rekomendasi strategis bagi pelaku industri adalah memperdalam kapabilitas dalam bidang material termal, sistem kontrol fluida berpresisi tinggi, dan pemodelan simulasi pembakaran, sehingga rantai nilai inovasi teknologi propelan dapat sepenuhnya dikuasai dari hulu hingga hilir, memperkuat fondasi kemandirian alutsista yang berdaulat.

riset|rudal|propelan|hybrid|BRIN|teknologi|roket
ENTITAS TERKAIT
Topik: propelan hybrid, roket kendali jarak menengah, rudal strategis
Organisasi: Pusat Riset Teknologi Rudal, Badan Riset dan Inovasi Nasional, BRIN, PT Pindad, PT LEN
ARTIKEL TERKAIT