READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

Studi Kelayakan: Pengembangan Sistem Laser Weapon System (LaWS) Skala Kapal untuk KRI oleh PT DI dan Batan

Studi Kelayakan: Pengembangan Sistem Laser Weapon System (LaWS) Skala Kapal untuk KRI oleh PT DI dan Batan

PT DI dan Batan telah menyelesaikan studi kelayakan untuk Laser Weapon System 100 kW skala kapal, menargetkan ancaman asimetris seperti drone swarm. Roadmap teknis mencakup fase lab hingga integrasi pada KRI pada 2031, dengan fokus pada penguasaan teknologi sumber daya tinggi dan material tahan lingkungan maritim. Inovasi ini diproyeksikan sebagai pengubah permainan dalam pertahanan maritim dengan biaya operasional rendah dan mendorong kemandirian industri pertahanan nasional.

Dalam langkah strategis menuju supremasi teknologi pertahanan maritim, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) bersama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) telah menyelesaikan studi kelayakan teknis untuk mengembangkan Laser Weapon System (LaWS) skala kapal perang dengan daya output hingga 100 kW. Sistem Sistem Senjata Energi berbasis laser serat ini dikonfigurasi untuk menetralkan ancaman asimetris modern seperti drone swarm, rudal kecil kecepatan rendah, dan kapal cepat tak berawak dengan presisi mikro-detik dan biaya operasional per engangement yang secara signifikan lebih rendah daripada sistem kinetik konvensional.

Arsitektur Teknis dan Inovasi Material pada Platform Maritim

Integrasi Laser Weapon pada platform Kapal Perang memerlukan arsitektur sistem yang modular dan tangguh. Konsep yang dirumuskan dalam Riset ini mencakup komponen-komponen kritis berikut:

  • Sumber Daya Listrik High-Density: Menggunakan teknologi supercapacitor dan sistem manajemen daya cerdas untuk menyediakan pulsa energi berdurasi pendek namun berintensitas tinggi, yang menjadi kebutuhan utama operasi laser berdaya tinggi di laut.
  • Sistem Pendingin Canggih: Mengembangkan teknologi pendinginan fase perubahan (phase-change cooling) untuk menangkal panas berlebih dari resonator laser dalam lingkungan maritim yang memiliki keterbatasan dissipasi panas.
  • Beam Director dan Tracking System: Melibatkan optik adaptif dan sistem penjejak berpresisi mikroradian yang terintegrasi penuh dengan sensor radar dan elektro-optik kapal, memungkinkan engage terhadap target bergerak cepat dengan tingkat akurasi yang belum pernah ada sebelumnya.
  • Material dan Optik Tahan Lingkungan Maritim: Pengembangan lapisan pelindung (coating) khusus pada lensa dan komponen optik untuk menangkal korosi garam, kabut laut, dan variasi suhu ekstrem yang menjadi tantangan utama operasi sistem berpresisi tinggi di atas kapal.

Roadmap Teknologi dan Strategi Integrasi pada KRI

PT DI dan Batan telah memetakan roadmap pengembangan yang ambisius namun terukur, mengubah konsep studi menjadi demonstrator fungsional hingga platform operasional. Tahapan ini dirancang untuk memitigasi risiko teknologi sekaligus membangun kompetensi industri pertahanan nasional secara bertahap.

  • Fase Pengembangan Laboratorium (2026-2028): Fokus pada validasi komponen inti, termasuk uji daya laser serat 100 kW, optimisasi sistem pendingin, dan pengujian ketahanan material optik dalam simulator lingkungan maritim.
  • Demonstrator Land-Based (2029): Pembuatan purwarupa sistem lengkap di lingkungan terkontrol untuk uji tembak statis dan dinamis terhadap target representatif seperti drone dan sasaran bergerak, sekaligus mengkalibrasi algoritma kendali tembak.
  • Integrasi dan Uji Laut pada KRI (2031): Tahap kritis berupa instalasi sistem pada Kapal Perang uji, integrasi dengan jaringan tempur kapal (combat management system), dan serangkaian uji operasional di laut untuk memvalidasi kinerja dalam kondisi riil gelombang, kelembaban, dan guncangan.

Penguasaan teknologi Directed Energy Weapon (DEW) ini diproyeksikan menjadi game changer dalam doktrin pertahanan maritim Indonesia, menawarkan pertahanan lapis dekat yang reaktif, scalable, dan dengan cost-per-shot yang sangat ekonomis. Keberhasilan ini akan menempatkan industri pertahanan dalam negeri pada peta global pengembang Sistem Senjata Energi mutakhir, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem impor yang memiliki keterbatasan logistik dan biaya pemeliharaan tinggi.

Outlook teknologi untuk Sistem Senjata Energi berbasis laser pada platform maritim menunjukkan potensi evolusi menuju sistem multi-spectrum dan daya yang lebih tinggi, mungkin mencapai kelas Megawatt untuk aplikasi anti-rudal balistik. Rekomendasi strategis bagi pelaku industri adalah memperkuat kolaborasi triple helix antara BUMN pertahanan, lembaga riset negara, dan swasta dalam pengembangan material optik canggih dan sistem tenaga berdensitas tinggi, serta memulai studi awal tentang integrasi sistem laser dengan platform udara nirawak (UCAV) sebagai force multiplier berikutnya dalam ekosistem pertahanan integratif masa depan.

Laser Weapon|Sistem Senjata Energi|Kapal Perang|Riset|PT DI
ENTITAS TERKAIT
Topik: studi kelayakan, Directed Energy Weapon, Laser Weapon System, LaWS, sistem laser serat, drone swarm, rudal kecil kecepatan rendah, perahu cepat, daya listrik stabil, optik dan material tahan lingkungan maritim, force multiplier, game changer, peperangan maritim modern, pertahanan lapis dekat, biaya operasional rendah
Organisasi: PT Dirgantara Indonesia, PT DI, Badan Tenaga Nuklir Nasional, Batan
ARTIKEL TERKAIT