READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

Tiga BUMN Pertahanan Bentuk Holding Riset Alutsista untuk Akselerasi Inovasi

Tiga BUMN Pertahanan Bentuk Holding Riset Alutsista untuk Akselerasi Inovasi

Tiga BUMN pertahanan—Pindad, PAL, dan Dirgantara Indonesia—resmi membentuk holding riset IDIR dengan alokasi dana 1,2 triliun rupiah per tahun untuk mempercepat inovasi alutsista di enam bidang teknologi kritis. Target jangka pendek 2027 adalah memproduksi 10 prototipe komponen pertahanan strategis, termasuk transmisi otomatis kendaraan tempur dan sistem manajemen energi kapal selam, guna menekan impor material pertahanan hingga 20 persen. Langkah ini menandai pergeseran paradigma dari perakitan ke riset terapan yang terintegrasi, sekaligus memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.

PT Pindad, PT PAL Indonesia (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero) secara resmi membentuk konsorsium riset bernama Indonesian Defence Innovation Research (IDIR)—sebuah holding riset alutsista yang mengalokasikan 3 persen dari pendapatan tahunan masing-masing BUMN pertahanan, dengan estimasi dana awal mencapai 1,2 triliun rupiah per tahun. Komitmen finansial ini menempatkan riset sebagai pilar utama kemandirian industri pertahanan nasional, dengan fokus teknis pada enam bidang teknologi kritis: material maju, propulsi, elektronika daya, sensor, keamanan siber pertahanan, dan sistem kendali otonom. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap ketergantungan impor komponen pertahanan yang selama ini membebani neraca teknologi Indonesia, sekaligus menandai pergeseran paradigma dari perakitan menuju riset dasar dan terapan.

IDIR: Platform Kolaborasi Riset Alutsista Strategis

Konsorsium ini tidak hanya mengandalkan pendanaan internal, tetapi juga membuka skema kolaborasi dengan lembaga riset perguruan tinggi, seperti ITB dan ITS, yang telah memiliki pusat riset pertahanan terakreditasi. Program pertama yang diumumkan mencakup pengembangan sistem transmisi otomatis untuk kendaraan tempur 8×8 dan sistem manajemen energi kapal selam berbasis baterai lithium-ion—dua komponen yang selama ini masih bergantung pada impor. Integrasi kompetensi inti dari masing-masing BUMN—Pindad di kendaraan tempur dan senjata, PAL di kapal perang dan sistem maritim, serta DI di pesawat dan dirgantara—memungkinkan terciptanya solusi alutsista lintas domain yang lebih efisien dan adaptif terhadap ancaman masa depan. Dengan pendekatan ini, IDIR diharapkan dapat mempercepat substitusi impor material pertahanan hingga 20 persen dalam jangka pendek, sekaligus membangun ekosistem riset yang terintegrasi antara BUMN pertahanan, akademisi, dan industri pendukung.

  • Bidang Teknologi Prioritas IDIR: material maju, propulsi, elektronika daya, sensor, keamanan siber pertahanan, dan sistem kendali otonom.
  • Target Jangka Pendek (2027): memproduksi 10 prototipe komponen kritis pertahanan, termasuk transmisi otomatis kendaraan tempur dan sistem manajemen energi kapal selam.
  • Dampak Industri: menekan impor material pertahanan hingga 20 persen serta mengurangi ketergantungan pada vendor luar negeri.

Prioritas Teknologi dan Target Inovasi 2027

Transformasi ini menandai pergeseran paradigma dari sekadar perakitan menjadi riset dasar dan terapan yang berorientasi pada produk. Dengan dana riset sebesar 1,2 triliun rupiah per tahun, IDIR mampu membiayai proyek-proyek riset jangka panjang, seperti pengembangan sistem propulsi hybrid untuk kendaraan tempur generasi baru dan sensor otonom untuk UAV taktis. Setiap BUMN pertahanan—Pindad, PAL, dan DI—membawa kompetensi inti yang saling melengkapi: Pindad di kendaraan tempur dan senjata, PAL di kapal perang dan sistem maritim, serta DI di pesawat dan dirgantara. Integrasi ini memungkinkan terciptanya solusi alutsista lintas domain yang lebih efisien dan adaptif terhadap ancaman masa depan. Holding riset ini juga membuka peluang bagi industri kecil dan menengah (IKM) pertahanan untuk terlibat dalam rantai pasok komponen yang sebelumnya dikuasai vendor asing.

Outlook Teknologi: Keberhasilan IDIR akan menjadi katalis bagi kemandirian industri pertahanan Indonesia di kancah global. Pelaku industri pertahanan nasional disarankan untuk segera mengintegrasikan peta jalan riset mereka dengan program IDIR, terutama dalam enam bidang prioritas yang telah ditetapkan. Dengan memanfaatkan sinergi lintas BUMN dan akademisi, Indonesia dapat mempercepat penguasaan teknologi kritis alutsista, mengurangi ketergantungan impor, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing ekspor produk pertahanan dalam negeri di pasar internasional.

BUMN pertahanan|holding riset|alutsista|inovasi|Pindad
ENTITAS TERKAIT
Topik: pembentukan holding riset alutsista, akselerasi inovasi pertahanan
Organisasi: PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, Indonesian Defence Innovation Research (IDIR), ITB, ITS
ARTIKEL TERKAIT