READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
OPTIMALISASI KEBUTUHAN TRENDING

TNI AD Uji Coba Tank Amfibi Gratika Buatan Pindad di Pantai Pangandaran

TNI AD Uji Coba Tank Amfibi Gratika Buatan Pindad di Pantai Pangandaran

Uji coba tank amfibi Gratika buatan PT Pindad di Pantai Pangandaran menandai lompatan strategis dalam modernisasi alutsista TNI AD, dengan spesifikasi unggul berupa mesin 800 hp, kecepatan darat 70 km/jam, dan kecepatan air 12 km/jam. Rencana pengadaan 50 unit pada 2027–2028 menunjukkan kesiapan industri pertahanan nasional untuk memproduksi massal dan mengurangi ketergantungan impor. Inovasi ini membuka peluang integrasi teknologi unmanned serta memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen amfibi tempur di kawasan.

Pada 10 September 2026, TNI Angkatan Darat (TNI AD) resmi menggelar uji coba operasional tank amfibi Gratika (Gradasi Taktis Amfibi) buatan PT Pindad di Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Uji coba ini menandai lompatan strategis dalam modernisasi alutsista dalam negeri, di mana platform amfibi tempur dengan bobot 28 ton yang ditenagai mesin diesel 800 hp ini mampu melesat hingga 70 km/jam di darat dan 12 km/jam di permukaan air melalui sistem jet water thruster. Desain lambung berbentuk V (hull V) memberikan stabilitas hidrodinamik saat bermanuver di gelombang setinggi 1,5 meter, sekaligus memungkinkan transisi mulus antara mode darat dan air — sebuah kemampuan yang menempatkan Gratika sejajar dengan platform modern global seperti BTR-82A.

Spesifikasi Teknis dan Mobilitas Amfibi Gratika

Uji coba yang digelar TNI AD bukan sekadar seremonial, melainkan serangkaian evaluasi teknis di lingkungan ekstrem. Gratika diuji dalam skenario pendaratan amfibi pada kondisi ombak serta manuver lintas medan pasir dan rawa di sekitar Pantai Pangandaran. Sistem propulsi dua-senter yang dikombinasikan dengan water jet thruster ganda memastikan pergerakan lincah di perairan dangkal. Berikut spesifikasi teknis utama yang dirilis PT Pindad:

  • Bobot tempur 28 ton dengan material baja serta modul komposit
  • Mesin diesel 800 hp dengan transmisi otomatis 8 percepatan
  • Kecepatan darat maksimum 70 km/jam; kecepatan air 12 km/jam
  • Sistem propulsi jet water thruster ganda untuk manuver perairan

Menurut data teknis PT Pindad, kecepatan air 12 km/jam merupakan capaian kompetitif untuk kelas kendaraan amfibi tempur, sebanding dengan platform modern seperti BTR-82A buatan Rusia. Kemampuan ini menegaskan posisi Gratika sebagai salah satu inovasi alutsista terdepan di kawasan, dengan mobilitas tinggi yang mampu beradaptasi pada spektrum medan tempur tropis maupun pesisir.

Sistem Persenjataan, Proteksi Armor, dan Rencana Produksi Massal

Sebagai amfibi tempur modern, Gratika tidak hanya mengandalkan mobilitas, tetapi juga daya tembak dan perlindungan. Persenjataan utamanya adalah meriam kaliber 105 mm yang dilengkapi sistem stabilisasi elektro-optik otomatis, memungkinkan penembakan akurat saat kendaraan bergerak di darat maupun di atas air. Dua senapan mesin 7,62 mm dipasang sebagai persenjataan sekunder untuk pertahanan terhadap infanteri dan ancaman udara rendah. Sementara itu, perlindungan armor modular komposit dirancang mampu menahan tembakan kaliber 30 mm dari jarak 500 meter — standar proteksi yang setara dengan kendaraan tempur infanteri kelas berat.

Keberhasilan uji coba ini membuka jalan menuju produksi massal. PT Pindad dan TNI AD menjadwalkan pengadaan 50 unit untuk membentuk batalyon kavaleri amfibi pada periode 2027—2028. Kapasitas produksi ini menjadi indikator kesiapan industri pertahanan nasional dalam memenuhi kebutuhan alutsista secara mandiri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan dukungan ekosistem rantai suplai lokal, program Gratika diharapkan menumbuhkan industri komponen dalam negeri, khususnya pada sektor transmisi, sistem propulsi, dan persenjataan.

Ke depan, pengembangan tank amfibi Gratika membuka peluang integrasi teknologi unmanned dan sistem kendali jarak jauh untuk misi pengintaian maupun serangan presisi. Bagi pelaku industri pertahanan nasional, langkah strategis berikutnya adalah memperkuat kolaborasi dengan lembaga riset dan produsen global untuk meningkatkan kadar komponen lokal sekaligus menjajaki pasar ekspor. Dengan fondasi teknis yang kokoh dan dukungan regulasi, Gratika berpotensi menjadi tulang punggung kavaleri amfibi TNI AD dan ikon kemandirian alutsista Indonesia di kancah global.

tank amfibi|Gratika|PT Pindad|TNI AD|amfibi tempur
ENTITAS TERKAIT
Topik: uji coba tank amfibi Gratika, strategi pertahanan nusantara
Organisasi: TNI Angkatan Darat, PT Pindad
Lokasi: Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Rusia
ARTIKEL TERKAIT