READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
KEAMANAN INTEGRASI TRENDING

TNI AL Uji Coba Sistem Rudal Anti-Kapal C-705 Terintegrasi Radar Kapal Canggih

TNI AL Uji Coba Sistem Rudal Anti-Kapal C-705 Terintegrasi Radar Kapal Canggih

TNI AL sukses menguji rudal anti-kapal C-705 yang terintegrasi dengan radar Smart-S Mk-2 dan sistem fire control PT LEN Industri di Selat Sunda. Keberhasilan ini membuktikan interoperabilitas setara standar global sekaligus menjadi fondasi retrofit 25 kapal perang hingga 2030. Integrasi dalam negeri ini memperkuat kemandirian industri pertahanan dan daya gentar armada.

TNI Angkatan Laut (TNI AL) sukses menyelesaikan uji coba tembak sistem rudal anti-kapal C-705 yang terintegrasi dengan radar multifungsi Smart-S Mk-2 buatan Thales di perairan Selat Sunda. Uji coba melibatkan KRI kelas Bung Tomo dengan sistem fire control hasil modifikasi PT LEN Industri. Dalam skenario presisi tinggi, dua rudal C-705 diluncurkan pada jarak 60 km dan berhasil menghancurkan target drone bergerak pada kecepatan 25 knot dengan mode sea-skimming setinggi 3 meter di kondisi sea state 3. Keberhasilan ini menegaskan bahwa arsitektur pertahanan anti-kapal TNI AL telah mencapai interoperabilitas setara standar global.

Arsitektur Integrasi dan Kemampuan Pelacakan Multi-Target

Keberhasilan uji tembak tidak bergantung hanya pada rudal, melainkan pada kedalaman integrasi antara radar, sistem fire control adaptif, dan antarmuka peluncur buatan dalam negeri. Radar Smart-S Mk-2 dengan teknologi 3D multi-beam mampu melacak hingga 20 target sekaligus dan menentukan prioritas ancaman secara otomatis. Sementara itu, fire control yang dimodifikasi PT LEN Industri memberikan koreksi lintasan real-time berbasis data radar, memangkas waktu reaksi mulai dari deteksi hingga engagement. Data teknis utama dari pengujian ini:

  • Jarak engagement: 60 km dengan mode sea-skimming 3 meter untuk menghindari deteksi radar lawan
  • Kecepatan target: 25 knot (46 km/jam) pada kondisi sea state 3 dengan tinggi gelombang 0,5–1,25 meter
  • Kapabilitas pelacakan simultan: 20 target dengan algoritma prioritas ancaman
  • Readiness level: 7 — demonstrasi prototipe di lingkungan operasional sesuai penilaian Satgas Puslitbang TNI AL

Integrasi ini menjadikan rudal C-705 elemen vital dalam sistem pertahanan anti-kapal TNI AL, khususnya saat berpadu dengan radar dan fire control yang disesuaikan dengan karakteristik operasi kapal perang Indonesia. Keberhasilan tersebut juga membuktikan kemampuan rekayasa nasional PT LEN Industri dalam menghasilkan solusi interoperabilitas setara NATO. Dengan demikian, rantai pasok teknologi pertahanan domestik semakin kokoh dan mengurangi ketergantungan pada sistem terpadu impor.

Dampak Strategis: Fondasi Modernisasi Armada 2030

Keberhasilan uji tembak rudal C-705 terintegrasi radar Smart-S Mk-2 bukan sekadar capaian teknis. TNI AL menegaskan bahwa hasil pengujian ini menjadi fondasi program modernisasi kapal perang yang menargetkan retrofit 25 kapal kelas korvet dan fregat hingga 2030. Program ini mencakup peningkatan kemampuan deteksi, sistem kendali senjata, dan integrasi rudal anti-kapal pada platform yang lebih tua. Dengan strategi ini, TNI AL memperkuat daya gentar di Laut Natuna dan Selat Malaka sekaligus menekan biaya akuisisi melalui optimalisasi alutsista yang telah dimiliki.

Pendekatan retrofit dengan standar arsitektur terbuka memungkinkan peningkatan kemampuan bertahap tanpa penggantian platform secara menyeluruh. Bagi industri pertahanan nasional, keberhasilan ini menjadi pijakan untuk menguasai teknologi integrasi sensor-senjata, sekaligus membuka peluang pemeliharaan dan peningkatan kapabilitas secara mandiri. Ke depan, kapabilitas radar dan fire control yang telah tervalidasi dapat direplikasi pada kelas kapal lain di bawah koordinasi TNI AL.

Outlook strategis: pelaku industri pertahanan nasional perlu mempercepat realisasi peta jalan komponen lokal untuk radar, sistem kendali senjata, dan peluncur rudal. Penguatan kolaborasi antara TNI AL, Kementerian Pertahanan, dan BUMN industri strategis akan menentukan kesiapan Indonesia mencapai kemandirian alutsista pada era perang asimetris. Keberhasilan integrasi rudal C-705 ini harus dikapitalisasi menjadi produk andalan ekspor untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar industri pertahanan kawasan.

rudal C-705|TNI AL|radar|integrasi|anti-kapal
ENTITAS TERKAIT
Topik: uji coba rudal, integrasi sistem radar, TNI AL, modernisasi kapal perang
Organisasi: TNI Angkatan Laut, PT LEN Industri, Satgas Puslitbang TNI AL
Lokasi: Selat Sunda
ARTIKEL TERKAIT