OPTIMALISASI KEBUTUHAN
TRENDING
TNI AU Resmi Operasikan Drone Tempur 'Elang Hitam' untuk Patroli Maritim
TNI Angkatan Udara secara resmi mengintegrasikan pesawat nirawak (UAV) 'Elang Hitam' ke dalam skuadron pengintai maritim. Drone buatan PT Dirgantara Indonesia dan LAPAN ini memiliki wingspan 18 meter, kemampuan terbang selama 30 jam dengan payload sensor radar Synthetic Aperture Radar (SAR) dan kamera elektro-optik resolusi tinggi. Sistem propulsi hybrid turboprop memungkinkan operasi pada ketinggian 30.000 kaki dengan radius misi 1.200 km.
Elang Hitam dilengkapi dengan data link satelit (SATCOM) untuk komunikasi real-time dengan pusat komando di Makassar. Integrasi dengan sistem C4ISR TNI memungkinkan drone ini berbagi data target dengan kapal perang dan pesawat tempur secara simultan. Menurut KSAU, drone ini akan diprioritaskan untuk memonitor jalur pelayaran di Laut Sulawesi dan Laut Natuna.
Dari sisi industri, program ini menyerap 65% komponen lokal, termasuk mesin turboprop hasil rekayasa PT Dirgantara Indonesia. Pemerintah menargetkan produksi 12 unit pada akhir 2027 untuk mendukung deteksi dini dan patroli maritim. Proyeksi anggaran pengadaan satu unit Elang Hitam mencapai Rp 120 miliar, lebih rendah 35% dari drone impor kelas setara.
ENTITAS TERKAIT
Topik: TNI AU, drone tempur Elang Hitam, patroli maritim
Tokoh: KSAU
Organisasi: TNI Angkatan Udara, PT Dirgantara Indonesia, LAPAN, TNI
Lokasi: Makassar, Laut Sulawesi, Laut Natuna
ARTIKEL TERKAIT