READINESS
Perspektif Industri & Kemandirian Pertahanan
RISET & INOVASI ALUTSISTA TRENDING

Uji Coba Kendaraan Tempur Lapis Baja Buatan Pindad dengan Sistem Proteksi Ranjau dan IED Hasil Riset BRIN

Uji Coba Kendaraan Tempur Lapis Baja Buatan Pindad dengan Sistem Proteksi Ranjau dan IED Hasil Riset BRIN
Pindad melakukan uji coba kendaraan tempur lapis baja terbaru yang dilengkapi dengan sistem proteksi ranjau dan IED (Improvised Explosive Device) hasil riset BRIN. Kendaraan ini memiliki kelas proteksi STANAG 4569 Level 4 untuk ranjau dan Level 3 untuk IED yang mampu menahan ledakan hingga 10 kg TNT di bawah lambung. Bobot kendaraan 35 ton dengan lapisan baja komposit keramik dan Kevlar generasi ke-4. Dari segi mobilitas, kendaraan ini ditenagai mesin diesel 600 hp dengan kecepatan maksimum 80 km/jam di jalan raya dan 50 km/jam di medan berat. Dilengkapi dengan sistem pendingin kabin yang mampu menahan suhu hingga 60°C untuk operasi di daerah konflik. Riset BRIN menghasilkan material peredam kejut baru yang mengurangi dampak ledakan terhadap kru hingga 40 persen. Inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan operasi di Timor Timur dan Papua yang memiliki ancaman ranjau darat dan IED. TNI AD berencana mengakuisisi 150 unit untuk menggantikan kendaraan tempur lapis baja yang sudah tua. Biaya produksi per unit diperkirakan Rp 8 miliar, lebih murah 30 persen dibandingkan kendaraan sejenis impor. Program ini menjadi contoh nyata hilirisasi riset pertahanan menjadi produk siap pakai.
Kendaraan Tempur|Pindad|Proteksi Ranjau|IED|Riset
ENTITAS TERKAIT
Topik: Kendaraan Tempur Lapis Baja, Proteksi Ranjau, Riset BRIN
Organisasi: Pindad, BRIN, TNI AD
Lokasi: Timor Timur, Papua
ARTIKEL TERKAIT