KEAMANAN INTEGRASI
TRENDING
Integrasi Sistem Komando Armada RI dengan Jaringan Satelit Starlink Militer Selesai, Uji Coba Enkripsi Kuantum Berhasil
Pusat Komando Armada (Puskodal) TNI AL mengumumkan rampungnya integrasi sistem komando dan kendali (K2) armada dengan jaringan satelit komunikasi Starlink militer yang diresmikan Kementerian Pertahanan pada 11 Oktober 2026. Integrasi ini mencakup 68 kapal perang utama, pangkalan angkatan laut di 12 lokasi strategis, serta pusat komando di Markas Koarmada. Teknologi enkripsi kuantum berbasis distribusi kuantum QKD-2026 diterapkan pada tautan satelit untuk memastikan komunikasi tahan intersepsi dari musuh potensial. Uji coba melibatkan transmisi data taktis secara real-time antara kapal fregat KRI I Gusti Ngurah Rai di perairan Natuna dan pusat perencanaan di Jakarta, dengan latensi di bawah 20 milidetik. Keberhasilan integrasi ini memungkinkan manajemen medan pertempuran maritim yang terpusat namun lincah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada infrastruktur kabel bawah laut yang rentan sabotase. Langkah ini merupakan bagian dari program Keamanan Integrasi Sistem Persenjataan.
ARTIKEL TERKAIT