PT PAL (Persero) bersama mitra strategisnya, Naval Group, telah memasuki tahap finalisasi integrasi Combat Management System (CMS) untuk kapal selam Scorpene Evolved yang sedang dibangun di galangan kapal Surabaya. CMS generasi baru ini merupakan tulang punggung pengelolaan data taktis bawah air yang mengintegrasikan flank array sonar, towed array sonar, dan intercept sonar dalam satu arsitektur jaringan data taktis berkecepatan tinggi. Kapal selam dengan panjang 72 meter dan displacement 2.000 ton saat menyelam ini juga dibekali sistem propulsi hybrid diesel-electric serta Air-Independent Propulsion (AIP) berbasis fuel cell, memberikan endurance hingga 21 hari di bawah air tanpa permukaan. Integrasi CMS ini menjadi tonggak kritis dalam program kemandirian alutsista TNI AL, menandai lompatan teknologi dalam proyeksi kekuatan bawah air Indonesia.
Arsitektur CMS Generasi Baru: Open Architecture dan Sensor-to-Shooter Loop
Fase integrasi CMS saat ini mencakup uji fungsi sensor-to-shooter loop yang menghubungkan seluruh sensor sonar ke sistem persenjataan secara real-time. Sistem ini memungkinkan pemrosesan contact data dari multi-sonar secara simultan, yang kemudian diintegrasikan ke dalam tampilan taktis terpadu. Fitur utama arsitektur CMS ini meliputi:
- Penggabungan flank array sonar, towed array sonar, dan intercept sonar dalam satu protokol data taktis terenkripsi.
- Antarmuka open architecture yang memudahkan integrasi sistem persenjataan torpedo heavy-weight dan rudal anti-kapal, serta upgrade di masa depan tanpa modifikasi perangkat keras besar.
- Koneksi langsung ke sistem komunikasi satelit terenkripsi untuk pertukaran data dengan pusat komando dan kapal permukaan.
Dengan arsitektur ini, kapal selam Scorpene Evolved mampu memproses target pada jarak operasional maksimum dan mengarahkan serangan dengan latensi minimal. Uji integrasi juga meliputi sinkronisasi antara CMS dengan sistem kendali propulsi, sistem navigasi inersia, dan perangkat elektronika taktis lainnya.
Endurance dan Proyeksi Kekuatan: AIP Fuel Cell dan Fasilitas Pemeliharaan Terintegrasi
Ditenagai oleh AIP berbasis fuel cell, kapal selam Scorpene Evolved mampu beroperasi secara diam (silent running) hingga 21 hari tanpa snorkel. Sistem hibrida diesel-electric memungkinkan pengisian baterai saat di permukaan atau snorkeling, sementara AIP memberikan tenaga listrik terus-menerus di kedalaman. Spesifikasi teknis ini mendukung misi pengintaian multi-hari, pengintaian rute pelayaran, dan patroli kedaulatan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.
Setelah uji fungsi CMS dan sistem persenjataan selesai, kapal selam akan menjalani sea acceptance trial pada kuartal pertama 2027. PT PAL juga telah menyiapkan fasilitas pemeliharaan dan dukungan logistik terpadu di Surabaya untuk mendukung operasional dua kapal selam berikutnya yang direncanakan dalam program pengadaan TNI AL. Fasilitas ini mencakup bengkel perbaikan AIP, laboratorium kalibrasi sonar, dan gudang suku cadang strategis.
Program kapal selam Scorpene Evolved tidak hanya memperkuat alutsista bawah air, tetapi juga membangun ekosistem industri pertahanan nasional yang mandiri. Keberhasilan integrasi CMS ini menjadi dasar untuk pengembangan platform kapal selam domestik berikutnya, termasuk kemungkinan adopsi sistem tempur lokal. Ke depan, industri pertahanan Indonesia perlu terus mengakselerasi transfer teknologi open architecture dan kemampuan rekayasa sistem agar mampu memproduksi dan memelihara CMS secara otonom. Rekomendasi strategis bagi pelaku industri adalah membangun pusat riset dan pengembangan sonar serta integrasi sensor di dalam negeri, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga penentu standar teknologi untuk kapal selam regional.